Latar Belakang Lagu Rakyat Indonesia
Istilah kata rakyat sangat populer dalam bahasa Indonesia, seperti rakyat jelata, rakyat kecil, merakyat, kerakyatan, kedaulatan rakyat, kesenian rakyat dan sebagainya. Bahwa pada prinsifnya istilah rakyat mengandung pengertian politis, yaitu berorientasi kepada masalah kedaulatan suatu negara dalam hubungannya secara timbal balik antara pemerintah dengan penduduk negara tersebut. Sampai saat ini tidak ditemui perbendaharaan kata rakyat pada setiap bahasa daerah di Indonesia. Akhirnya semua produksi seni pertunjukan yang telah merakyat sudah sangat populer dalam kehidupan rakyat disebut kesenian rakyat.
Di Minangkabau misalnya, semua kegiatan masyarakat yang bersifat hiburan disebut pamainan anak nagari (permainan anak negeri) dibedakan menjadi beberapa klasifikasi yaitu Permainan Rakyat dan Kesenian Rakyat. Permainan rakyat meliputi segala kegiatan hiburan masyarakat yang tidak bersifat seni pertunjukan, misalnya main layang-layang, berburu babi, pacuan kuda, karapan sapi dan adu kerbau. Sedang seni rakyat meliputi segala kegiatan hiburan yang bersumber dari seni pertunjukan, seperti lagu rakyat, musik rakyat, tari rakyat, cerita rakyat (bakaba), serta teater rakyat (randai). Nampaknya klasifikasi kesenian rakyat ini belum bisa diberlakukan secara umum, karena tidak semua jenis seni akan bersifat merakyat dalam penyajiannya pada kehidupan suatu etnis. Sebenarnya konsep kesenian rakyat Minangkabau dapat dijumpai dibeberapa daerah lain di Indonesia, perbedaannya dapat ditinjau dari konsep musiknya sesuai dengan pandangan filosofi budaya masyarakat pendukungnya. Menurut Victor Ganap bahwa peristiwa kehidupan manusia dari waktu ke waktu akan mengalir dalam berbagai bentuk ekspresi, termasuk diantaranya lewat lagu-lagu raktyat. Pada dasarnya masyarakat pendukung lagu rakyat tergolong masyarakat yang memiliki kepedulian kepada segala sesuatu yang terjadi disekitar lingkungan mereka, seperti halnya dengan mereka yang menciptakan dan menyanyikan lagu rakyat.
Lagu-lagu rakyat adalah sesuatu yang diciptakan oleh manusia untuk masyarakat itu sendiri, sekaligus sebagai sarana hiburan, selain ajaran bersifat filosofis, didaktis, dan sebagainya. Setiap etnis di dunia memiliki lagu rakyat atau musik rakyat namun masing-masing lagu rakyat tumbuh dan berkembang melalui proses dengan latar belakang filosofi berlainan.
Istilah lagu rakyat di Indonesia merupakan terjemaan dari folksong di Barat. Namun akhirnya istilah folksong adalah kegiatan sekelompok paduan suara dengan instrumen musik menyanyikan lagu daerah yang biasa dilakukan vokal grup remaja Indonesia di nusantara, berkembang sejak dulu dari masa kolonial Belanda hingga kini. Sebenarnya masyarakat Eropa kurang mempopulerkan istilah folksong, mereka lebih memasyrakatkan istilah folkmusic yang meliputi materi folksong didalamnya.
Definisi lagu rakyat adalah hasil karya dari sebuah tradisi yang telah dikembangkan melalui proses penyampaian secara lisan (oral transmision), secara umum tidak diketahui para penciptanya. Faktor-faktor yang menentukan wujud dari hasil tradisi itu adalah (1) Kontinunitas yang menghubungkan masa lampau dengan masa kini. (2) Variasi yang muncul sebagai hasil naluri kreatif individu atau hasil kreatif kelompok (kolektif). (3) Seleksi dilakukan oleh komunitas lingkungan itu sendiri dalam menentukan bentuk musik atau lagu yang tercipta, agar supaya dapat bertahan sepanjang masa
Lagu rakyat dapat dipakai dan dikembangkan dari suatu titik permulaan bersifat sederhana oleh sekelompok masyarkat dan tidak tepengaruh oleh musik populer atau musik klasik sedang lagu rakyat tidak termasuk dalam kategori musik populer.
Kategori lagu rakyat adalah triban music yang tumbuh dan berkembang dari lingkungan budaya tradisi lisan. Artinya suatu lagu yang ada ditengah-tengah kebudayaan yang tidak mengenal tulisan. Ciri-ciri khas triban music yaitu, (1) Secara umum diterima masyarakat tribal secara turun temurun. (2) Diturunkan secara oral. (3) Bersifat sederhana, tetapi tidak berarti sesuatu yang bernilai rendah. (4) Bersifat komunikatif dan kompleks. (5) Hampir seluruh reportoar dikenal masyarakat tribal itu sendiri.
Dengan demikian konsep lagu rakyat, musik rakyat adalah tidak bedasarkan kepada jenisnya, tetapi dengan bentuk suasana penyajiannya. Sebagai konsep lagu rakyat Indonesia adalah tidak persis sama dengan konsep musikal folksong yang dimiliki bangsa-bangsa Eropa. Selanjutnya oleh karena folksong di Eropa meliputi ‘Ballada-ballada’, dalam hal ini tidak perlu dibandingkan dengan lagu-lagu rakyat di Indonesia.
Lagu daerah adalah lagu atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Bentuk lagu ini sangat sederhana dan menggunakan bahasa daerah atau bahasa setempat. Lagu daerah banyak yang bertemakan kehidupan sehari-hari sehingga mudah untuk dipahami dan mudah diterima dalam berbagai kegiatan rakyat. Pada umumnya pencipta lagu daerah ini tidak diketahui lagi alias noname (NN).
Menurut sifat dan keberasalannya lagu daerah dibedakan menjadi dua. Lagu rakyat dan Lagu klasik. Lagu rakyat yaitu lagu yang berasal dari rakyat di suatu daerah. Lagu rakyat tersebar secara alami yang disampaikan secara lisan dan turun-temurun. Contoh lagu rakyat yaitu lagu yang dipakai untuk pernikahan, kematian, berladang, berlayar, menenun, dsb.
Lagu klasik yaitu lagu yang dikembangkan di pusat-pusat pemerintahan rakyat lama seperti ibikota kerajaan atau kesultanan. Lagu klasik dinilai lebih agung dibandingkan lagu rakyat saat pembawaannya. Ini disebabkan karena lagu klasik memiliki fungsi yang lain, yaitu diterapkan pada upacara-upacara adat kerajaan.
Fungsi lagu daerah banyak sekali. Diantaranya..
1. Upacara Adat.
Di Sumba sebagai pengiring roh dalam upacara Merapu dan musik angklung dalam upacara Seren Taun (panen padi) di Sunda.
2. Pengiring tari dan pertunjukan
Lagu lagu langgam yang dipadu dengan gamelan di jawa dipakai untuk mengiringi pementasan tari Serimpi di jawa tengah. Bisa juga dipakai unuk pertunjukan wayang kulit, kethoprak, ludruk, drama dsb.
3. Media Bermain
Contohnya cublak cublak suweng dari Jawa Tengah, ampar ampar pisang di Kalimantan Selatan, dan pok ame ame dari Betawi.
4. Sebagai media komunikasi
Pertunjukan musik atau lagu di suatu tempat dapat dipakai media komunikasi secara tidak langsung yang ditandakan dengan banyaknya orang yang melihat pertunjukan.
5. Sebagai media penerangan
Kini lagu dalam aneka iklan layanan masyarakat maupun lagu populer dipakai sebagai media penerangan. Contohnya lagu tentang pemilu, imunisasi, juga lagu bernafaskan agama menjalankan fungsi ini.
Contoh lagu – lagu daerah nusantara sangat banyak sekali. Sesuai daerahnya masing masing, mengingat Indonesia memiliki banyak daerah sehingga banyak kebudayaan yang timbul di setiap-setiap daerah tadi. Mulai dari Sabang sampai Merauke, pulau Miangas sampai pulau Rote. Berikut beberapa contoh lagu daerah dari berbagai daerah di Indonesia.
Lagu-lagu daerah Melayu Bengkulu
- Toy Botoy-botoy
- Ding Kediding Ambin Umbut
- Bekatak Kurak karik
- Sekundang Setungguan
- Anok Lumang
- Tebo Kabeak
- Idup Nak Ratau
- Jibek Weo
- Sungai Suci
- Ting Bedeting
Lagu-lagu daerah Batak
- Inang
- Asing Sing So
- Pulo Samosir
- Butet
- Lisoi
- O Tano Batak
- Sinanggar Tullo
- Maragam Ragam Do Anggo Sita Sita
- Lisoi
- Denggan Ni Lagu Mi
Lagu rakyat Sumatera Utara
- Aek Sarulla
- Alusi Au
- Anju Ahu
- Butet
- Dago Inang Sarge
- Dirondang Ni Bulani
- Erkata Bedil
- Gondang Si Monang-monang
- Hoho Ninawuagö
- Ketabo
Lagu Daerah Sumatera Selatan
- Gending Sriwijaya
- Cuk mak ilang
- Kebile bile
- Pempek Lenjer
- Layang Selayak
Lagu Daerah Jawa Barat
- Warung pojok
- Es lilin
- Cing Cangkeling
- Manuk Dadali
- Bubuy Bulan
Lagu dari Daerah DKI Jakarta
- Kicir kicir
- Keroncong kemayoran
- Jali jali
- Wak wak gung
- Cik cik periuk
Lagu dari daerah jawa Tengah
- Ande ande lumut
- Bapak Pucung
- Dondon apa Salak
- Gambang Suling
- Te kate dipanah
- Jaranan
- Gundul Pacul
- Sinom
Lagu dari daerah Jawa Timur
- Bapak Tane
- Cublak Cublak Suweng
- Jamuran
- Lindri
- Karaban Sape
- Tanduk majeng
- Rek ayo rek
Berbagai lagu diatas hanya beberapa saja dari daerah di Sumatra dan Jawa. Banyak bukan? itu juga belum semua lagu dari darah di atas disebutkan.
Contoh lirik lagu Suwe Ora Jamu dari Jawa Tengah
Suwe ora jamu
Jamu godhong tela
Suwe ora ketemu
Ketemu pisan gawe gela
Contoh lirik lagu Rek Ayo Rek dari Jawa Timur
Rek ayo rek mlaku mlaku nang tunjungan
Rek ayo rek rame rame bebarengan
Mangan tahu jadhi campur nganggo timun
Malam minggu gak apik dhigawa nglamun
Ngalor ngidur liwat took numpak motor
Masih untung nyenggal nyenggol ati lega
Sapa ngerti nasib awak lagi mujur
Kenal anak e sing dodol rujak cingur
Ja dhipikir kon padha gak duwe sangu
ja dhipikir angger padha gelem melu aku
cah ayo cah sapa gelem melu aku
cah ayo cah golek kenalan cah ayu
Contoh lirik lagu Kicir Kicir dari Jakarta
kicir kicir ini lagunya
lagu lama ya tuan dari jakarta
saya menyanyi ya tuan memang sengaja
untuk menghibur menghibur hati nan duka
burung dara burung merpati
terbang cepat ya tuan tiada tara
bilalah kita ya tuan suka menyanyi
badanlah sehat ya tuan hati gembira
buah mangga enak rasanya
si manalagi ya tuan paling ternama
siapa saja ya tuan rajin bekerja
Pengertian tembang dolanan serta macam jenisnya
Tembang dolanan merupakan tembang / lelagon yang dinyanyikan oleh anak-anak yang biasanya dilagukan saat bulan purnama sebagai hiburan. Biasanya lelagon tersebut disertai dengan olah bawa ( joget ) sesuai dengan makna tembang tersebut. Berbeda dengan tembang tembang lain, tembang dolanan tidak terikat oleh aturan-aturan tertentu. Tembang dolanan juga bisa dan biasanya disajikan dengan iringan musik gamelan, baik laras slendro maupun pelog sesuai dengan nadanya.
Tembang dolanan sendiri bisa dibagi menjadi 2 jenis yang berbeda, yaitu :
A. Tembang Dolanan Gagrag Lawas
Tembang dolanan gagrag lawas yaitu tembang dolanan yang mungkin tidak jelas nama pengarangnya atau NN, sifatnya klasik, dan makna lagunya sulit untuk ditebak. Biasanya tembang ini diciptakan sudah lama sekali bahkan sebelum tahun 1900-an. Contoh tembang dolanan gagrag lawas adalah :
– Gundul Gundul Pacul
– Pendhisil
– Wajibe Dadi Murid
– Jaranan
– Lir-Ilir
– Cublak-cublak suweng
– Aku Duwe Pitik
– Sinten Numpak Sepur
– Menthog – Menthog, dsb.
B. Tembang Dolanan Gagrag Anyar
Tembang dolanan gagrag anyar yaitu tembang dolanan yang bersifat kreasi baru, mudah ditebak makna lagunya, dan nama pengarangnya jelas. Jika tembang dolanan gagrag lawas diciptakan sangat lama, maka tembang dolanan gagrag anyar diciptakan belum terlalu lama, misalnya pada tahun setelah 1900 an. Contoh tembang dolanan gagrag anyar adalah :
– ( Karya Ki Narto Sabdo ) Gugur Gunung, Lumbung Desa, Tahu-tahu Tempe, Jamu Jawa, Gula Klapa.
– ( Karya Ki Anom Suroto ) Solo Berseri dan Mas Sopir.
– ( Karya Sarwanto, S. Kar ) Wonogiri Sukses, dsb.